ORLANDIO SHONE
Terlanjur Cinta
Tangannya bersidekap dengan tatapan mata yang mengintimidasi sekaligus mengejek. Punggung lebarnya bersandar pada dinding kampusnya. Sementara gadis yang ia tatap dengan tatapan remeh hanya mencebikkan bibirnya.
"Kalau kamu udah nggak suka Nando lagi, kenapa nggak putus aja, sih? Daripada berantem terus, ujung-ujungnya ngadu ke aku?!" ucapnya akhirnya.
Ishky meringis. "Kak Shone salah! Ini aku nggak lagi ngadu, lho! Aku ini curhat kak, CURHAT! Bisa bedain nggak, sih?"
Shone menoyor kepala cewek mungil di depannya dengan gemas. "Iye! Curhat! Tapi aku bosen, tahu dengerinnya! Kalian pikir aku ini tong sampah apa? Tiap berantem aku yang kalian jadikan tempat membuang uneg-uneg eneg kalian! Pada punya hati nggak, sih?"
"Habis mau curhat sama kak Mel kan jauh. Kak Figar? Jiaaa, liat tampangnya aja udah ciut nyaliku. Lalu Zetta? Otak dia pas-pasan, kak. Buat nampung mata kuliah aja mesti di sambung flashdisk, apalagi mikir lainnya. Bisa error memorynya."
Shone mendelik mendengar celotehan Ishky. Dia benar-benar kejam mengatai semua orang. Apalagi Zetta, Padahal kalau lagi seneng aja, mereka lengket kayak kembar siam. Shone heran, bagaimana bisa dulu dia sampai khilaf naksir cewek macem itu?
Ishky memicing menatap penampilan Shone. Dia memakai kemeja dan jas? Terlalu resmi untuk ke kampus kan? Emang ada acara apa?
"Kak Shone mau kondangan?"
"Sembarangan. Fan macam apa yang nggak tahu jadwal idolanya?"
"Eeee..., 'Dua Cinderella'nya jadi difilmin kak? Wah, nggak nyangka. Kirain kakak ngibul!" ucapnya cekikikan.
Satu jitakan kembali Ishky terima. Membuatnya mengaduh. Tapi si pemuda justru menikmati penganiayaannya.
"Udah cepetan bilang, Nando ngapain lagi kali ini?"
Ishky cengengesan. "Kak Nando bilang, karena dia udah mulai kerja, dan punya penghasilan tetap, dia pengen aku...," Isky memberi jeda pada kalimatnya.
"Pengen apa?" Shone bertanya dengan tak sabar.
Gadis itu memainkan jari-jarinya dengan ekspresi malu-malu. "Dia mau tu-tunangan..."
Rasanya Shone nyaris gila mendengar ucapan gadis di depannya. Bagaimana masalah seperti itu juga dia ceritakan pada cowok yang jelas-jelas pernah menyatakan perasaannya padanya. Benar-benar, deh! Untung saja Shone itu tipe orang jutek yang penyabar. Nah lho, apa itu maksudnya? Jutek, tapi sabar? Aish! Nggak perlu dibahas! Yang penting dia mesti mengenyahkan gadis ini dari hadapannya segera.
"Ya, udah! Kalo nggak mau tinggal tolak aja kan?!" ucapnya sadis.
"Uweeee! Jahatnya! Siapa yang nggak mau? Aku kan..."
"SAYANG SAMA KAK NANDO!" sahut Shone mendahului Ishky. Sudah hafal dengan ending sesi curhatnya.
Ishky meringis.
Shone menghela nafas panjang. "Kalo kamu ragu, katakan padanya untuk memberimu waktu. Lagian kamu kan baru aja mulai kuliah. Tapi kalo kamu emang yakin, jangan buat dia menunggu. Nando itu, meski nggak sekeren aku, tapi dia lumayan beken, lho! Mau, kak Nando tersayangmu itu ditilep orang?"
"Andwaeeeee!!"
"Andre? Siapa Andre?" tanya Shone bingung.
Ishky berdecih. "Pabbo! Andwae, kak, bukan Andre!"
"Bodo ah! Yang jelas kamu udah nemu kan jawabannya? Jadi sekarang, angkat kaki dari sini! Get lost!" usirnya.
Ishky mencibir. "Tau nggak kak?" tanyanya sambil mendekati Shone dan menatapnya lekat-lekat.
"Apa?"
"Kalo diliat-liat, kak Shone itu nggak keren-keren amat, ternyata. Kok aku bisa ya, sempet-sempetnya suka sama cowok narsis kayak kak Shone? Kak Shone main dukun, ya?"
"Ishky....!!!!" teriak Shone kesal nggak ketolong.
"Eh, kak Wulan, dipanggil kak Shone, nih!" ucap Ishky sambil memiringkan badannya, memanggil seseorang.
"Aku?" seorang gadis cantik bernama Wulan berjalan mendekat dari arah belakang Shone.
"Ishky!" geram Shone kesal.
"Udah aku bilang, jangan panggil kak Wulan 'Ishky' kalo di depanku, kak!"
"Aku memanggilmu, bukan Is- Wulan!"
"Iya, iya, namaku emang bagus. Ya, udah, noh, Cinderellanya udah datang. Aku pamit, ya! Cao!"
Ishky berlari kecil meninggalkan Shone yang masih menahan diri untuk tidak menjitaknya untuk kesekian kalinya. Sempat terdengar gadis itu berteriak memanggil teman satu spesiesnya, Zetta, sebelum Wulan memanggilnya.
"Lho, sudah siap? Emang acaranya jam berapa?"
Shone menoleh. "Dua jam lagi, tapi kamu kan butuh dandan? Nggak kaya Ishky yang mau didandanin model apapun tetep aja standar!" ucapnya.
Ishky Wulan Hapsari, teman satu angkatannya yang baru Shone kenal di peluncuran bukunya 'DARI BALIK JENDELA' setahun yang lalu. Gadis yang awalnya hanya membuatnya tertarik karena namanya yang sama dengan cinta sepihaknya. Gadis yang seanggun Melanie, namun entah mengapa bagi Shone mereka sangat berbeda. Dan Shone merasa, ia mulai memiliki rasa yang lain padanya.
"Tapi Ishky ngapain nyariin kamu?" tanya Wulan. Dia merelakan nama panggilannya diganti oleh Ishky karena dia yang duluan kenal dengan Shone dan yang lain. Padahal jelas-jelas Wulan yang lahir duluan.
Shone menggandeng tangan Ishky, menariknya untuk mengikutinya. Semburat merah muda menghias di pipi gadis itu saat Shone menggenggam tangannya erat.
"Dia bilang aku mesti cepet-cepet nembak kamu, kalo nggak mau keduluan yang lain," ucapnya PD.
Dan rona di wajah Wulan semakin jelas terlihat.
.
.
END
.
.
untuk Shone An, waktu aku buat cerpen UNKNOWN dengan nama Arroy (Arroy Shen), aku baru tahu dia telah berpulang. Dan saat aku buat cerita ini, aku juga baru tahu kau telah pula menyusul. Semoga kalian tenang di alam sana. Dan semoga saat aku menulis tentang Figar (Figaro Tseng) masih terus berkarya.